Jumat, 14 Desember 2012

Profil dan Grand Design Kabupaten Nunukan


Kabupaten Nunukan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kota Nunukan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.493 km² dan berpenduduk sebanyak 140.842 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Motto Kabupaten Nunukan adalah "Penekindidebaya" yang artinya "Membangun Daerah" yang berasal dari bahasa Tidung. Nunukan juga adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia.

Pelabuhan Nunukan merupakan pelabuhan lintas dengan kota Tawau, Malaysia. Bagi penduduk kota Nunukan yang hendak pergi ke Tawau diperlukan dokumen PLB (Pas Lintas Batas). Setiap hari rata-rata sekitar 8 unit kapal cepat dengan kapasitas kurang lebih 100 orang mondar-mandir antar Nunukan dengan Tawau, Malaysia.

Kabupaten Nunukan merupakan wilayah pemekaran dari Kabupaten Bulungan, yang terbentuk berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten bulungan ini di pelopori oleh R.A. Besing yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Bulungan.

Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan dasar inilah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya, yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999. 


Kabupaten Nunukan sekarang terbagi menjadi 16 kecamatan, yaitu: 
1. Kecamatan Krayan
2. Kecamatan Krayan Selatan
3. Kecamatan Lumbis
4. Kecamatan Lumbis Ogong
5. Kecamatan Nunukan
6. Kecamatan Nunukan Selatan
7. Kecamatan Sebatik
8. Kecamatan Sebatik Barat
9. Kecamatan Sebatik Tengah
10. Kecamatan Sebatik Timur
11. Kecamatan Sebatik Utara
12. Kecamatan Sebuku
13. Kecamatan Sei Menggaris    
14. Kecamatan Sembakung
15. Kecamatan Sembakung Atulai 
16. Kecamatan Tulin Onsoi

Grand design Kabupaten Nunukan selanjutnya bisa dibagi menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, sebagai berikut:
1. Kabupaten Nunukan (kabupaten induk), beribukota di Kota Nunukan, meliputi: Kec. Nunukan, Nunukan Selatan dan Sei Menggaris. (selanjutnya bisa dimekarkan lagi menjadi 6 atau 7 kecamatan)
2. Kota Sebatik, beribukota di Sebatik, meliputi: Kec. Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur dan Sebatik Utara.
3. Kabupaten Sembakung Sebuku, beribukota di Pembeliangan atau Tinampak, meliputi: Kec. Sembakung, Sembakung Atulai, Sebuku dan Tulin Onsoi. (selanjutnnya bisa dimekarkan menjadi 7 atau 8 kecamatan)
4. Kabupaten Lumbis Dayak, beribukota di Mensalong atau Sinampala, meliputi kecamatan Lumbis dan Lumbis Ogong. (yang selanjutnya bisa dimekarkan menjadi 6 atau 7 kecamatan)
5. Kabupaten Krayan Lundayeh, beribukota di Long Bawan, meliputi kecamatan Krayan dan Krayan Selatan. (selanjutnya bisa dimekarkan menjadi 5 atau 6 kecamatan)

Di daerah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan sangat diperlukan pemekaran kabupaten untuk mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga, Malaysia, sehingga terjadi keseimbangan dan menjadi beranda terdepan dari NKRI.

Profil dan Grand Design Kabupaten Malinau


Malinau adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Luas kabupaten ini adalah hampir separuh dari luas keseluruhan Provinsi Kalimantan Utara.
Kabupaten Malinau memiliki jumlah penduduk sekitar 62.423 jiwa memiliki luas wilayah sebesar 39.799,90 km2. Terdiri dari 12 kecamatan dan 106 desa/kelurahan yang terdiri dari kec. Malinau Kota, kec. Malinau Utara, kec. Malinau Barat, kec. Malinau Selatan, kec. Mentarang, kec. Mentarang Hulu, kec. Bahau Hulu, kec. Pujungan, kec. Kayan Hulu, kec. Kayan Hilir, kec. Kayan Selatan dan kec. Sungai Boh.
Kabupaten Malinau berbatasan dengan Serawak, Malaysia di sebelah barat, dengan Kabupaten Nunukan di sebelah utara, dengan Kabupaten Bulungan, Berau dan Tana Tidung disebelah timur, dan dengan Kabupaten Mahakam Ulu (Kutai Barat) di sebelah selatan. 

Pulau Kalimantan dan Pulau Borneo (Sabah, Sarawak & Brunei) pada umumnya dihuni oleh suku Dayak sehingga mempunyai lebih dari 6 suku besar dan 405 sub sukunya lagi. Sedangkan mayoritas suku Dayak yang ada di kabupaten ini umumnya didominasi oleh suku Dayak Tidung, lalu diikuti oleh suku Dayak Kenyah, Dayak Burusu, Dayak Lundayeh, Dayak Tagal, dan Dayak Merap.

Grand design Kabupaten Malinau selanjutnya bisa dibagi menjadi 4 kabupaten, yaitu:
1. Kabupaten atau Kota Malinau (kabupaten induk), dengan ibukota di Malinau, yang meliputi: Kec. Malinau Kota, Kec. Malinau Barat dan Kec. Malinau Utara.
2. Kabupaten Malinau Mentarang, dengan ibukota di Mentarang, yang meliputi kec. Malinau Selatan, Kec. Mentarang dan Kec. Mentarang Hulu.
3. Kabupaten Pujungan Bahau, dengan ibukota di Long Pujungan, yang meliputi Kec. Pujungan dan Kec. Bahau Hulu. 
4. Kabupaten Apau Kayan, yang beribukota di Long Nawang, meliputi Kec. Kayan Hilir, Kec. Kayan Hulu, Kec. Kayan Selatan dan Kec. Sungai Boh.
 

Kamis, 29 November 2012

Profil Kota Tarakan


Nama Daerah: Kota Tarakan
Provinsi: Kalimantan Utara
Luas: 250,80 km²
Penduduk: 239.787 jiwa
Kode Telepon: 0551
Kecamatan: 4
Situs Resmi: http://www.tarakankota.go.id/

Kota Tarakan merupakan satu-satunya kota di Provinsi Kalimantan Utara dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).

Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.

Kota Tarakan terbagi atas 4 kecamatan, yaitu
1.  Tarakan Barat. Kecamatan ini merupakan kecamatan tersempit, terpadat dan terbanyak penduduknya serta menjadi pusat perekonomian di Tarakan, terbagi 5 kelurahan: Karang Anyar, Karang Anyar Pantai, Karang Balik, Karang Rejo, Karang Harapan.
2. Tarakan Tengah terdiri dari 5 kelurahan: Pamusian, Kampung 1 Skip, Selumit, Selumit Pantai.
3. Tarakan Timur terdiri dari 7 kelurahan: Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Kampung IV, Kampung VI, Mamburungan, Mamburungan Timur, Pantai Amal.
4. Tarakan Utara terdiri atas 3 kelurahan: Juata Permai, Juata Laut, Juata Kerikil.

Rabu, 28 November 2012

Profil Kabupaten Bulungan



Nama daerah: Kabupaten Bulungan
Provinsi: Kalimantan Utara
Luas: 18.010,50 km2
Penduduk: 135,915 jiwa (Sensus 2011)
Kode Area Telepon: 0552
Kecamatan: 10
Situs Resmi: http://www.bulungan.go.id/

Nama Bulungan berasal dari sebuah Kesultanan yang pernah ada di daerah tersebut yaitu Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas.

Kabupaten ini sebelumnya merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Timur, dan sejak Oktober 2012 menjadi bagian dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan ditetapkan sebagai ibukotanya. Kabupaten Bulungan merupakan induk dari semua kabupaten yang menjadi bagian Provinsi Kalimantan Utara. Sejak tahun 1999, kabupaten ini telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten dan satu kota, yaitu: Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan. Kemudian pada 2007 dimekarkan lagi dari Kabupaten Bulungan.

Kabupaten Bulungan beribukota di Kota Tanjung Selor, sebuah kota pedalaman yang tenang dan nyaman. Hanya 20 ribu penduduk tinggal di kota ini, sebagian besar berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil dan pedagang. Kehidupan di kota ini sungguh menyenangkan.

Untuk menuju ke Tanjung Selor pada umumnya kebanyakan orang melalui Kota Tarakan dengan pesawat udara. Lantas disambung dengan Speed boat selama satu jam perjalanan. Tetapi bisa juga langsung terbang dari Balikpapan atau Samarinda menuju Tanjung Selor, karena kota ini telah memiliki Bandar Udara perintis dengan jadwal penerbangan reguler dari Samarinda, ibukota Provinsi Kalimantan Timur.

Kecamatan dan desa di Kabupaten Bulungan:
1. Kecamatan Peso (10 desa), meliputi: Lepak Aru, Long Bia, Long Buang, Long Lasan, Long Leju, Long Lian, Long Peleban, Long Peso, Long Yiin/Pelaah, Muara Pengean (Kodepos: 77261)
2. Kecamatan Peso Hilir / Peso Ilir (6 desa), meliputi: Long Bang, Long Bang Hulu, Long Lembu, Long Telenjau, Long Tungu, Naha Aya. (Kodepos: 77261)
3. Kecamatan Pulau Bunyu (3 desa), meliputi: Pulau Bunyu Barat, Pulau Bunyu Selatan, Pulau Bunyu Timur (Kodepos: 77281).
4. Kecamatan Sekatak (22 desa), meliputi: Ambalat, Anjar Arip (Anjararef), Bambang, Bekiliu, Bunau, Kelincawan, Kelising (Keliising), Kelumbunan (Kelembunan), Kendari, Keriting, Liu Agu (Liagu), Maritam, Paru Abang, Pentian, Punan Dulau, Pungit, Sekatak Bengara, Sekatak Buji, Tenggiling, Terindak, Turung, Ujang. (Kodepos : 77263)
5. Kecamatan Tanjung Palas (9 desa), meliputi: Antutan, Gunung Putih, Pejalin, Tanjung Palas Ilir/Hilir, Karang Anyar, Teras Baru, Teras Nawang, Tanjung Palas Ulu/Hulu, Tanjung Palas Tengah. (Kodepos: 77216)
6. Kecamatan Tanjung Palas Barat (5 desa), meliputi: Long Beluah, Long Pari, Long Sam, Mara Hilir, Mara Satu. (Kodepos : 77217)
7. Kecamatan Tanjung Palas Tengah (3 desa). meliputi: Salim Batu, Silva Rahayu, Tanjung Buka (Kodepos: 77216)
8. Kecamatan Tanjung Palas Timur (8 desa), meliputi: Binai, Mangkupadi, Pura Sajau, Sajau, Sajau Timur, Tanah Kuning, Tanjung Agung, Wono Mulyo. (Kodepos: 77215)
9. Kecamatan Tanjung Palas Utara (6 desa), meliputi: Ardi Mulya, Karang Agung, Kelubir, Panca Agung, Pimping, Ruhui Rahayu (Kodepos: 77215)
10. Kecamatan Tanjung Selor (9 desa), meliputi: Tanjung Selor Ulu/Hulu, Apung, Bumi Rahayu, Gunung Sari, Gunung Seriang, Jelarai Selor, Tanjung Selor Ilir/Hilir, Tanjung Selor Timur, Kelurahan/Desa Tengkapak. (Kodepos: 77212)

Selasa, 27 November 2012

Kaltara Provinsi Ke-34

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) adalah provinsi termuda (ke-34) yang merupakan pemekaran dari Provinsi Kalimantan Timur. Pengesahan Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi baru di Indonesia ini disepakati setelah sebelumnya Komisi II DPR bersama pemerintah (Kemendagri), menggodok Rancangan Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru dalam pembicaraan tingkat I di DPR. Ketua Komisi II DPR, Agun Gunanjar berharap dengan disahkannya Provinsi Kalimantan Utara, tidak ada lagi pencaplokan pulau oleh negara tetangga, Malaysia. Sebagaimana pernah terjadi atas 2 pulau, Sipadan dan Ligitan. 
Provinsi Kaltara terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten, yaitu: Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung. Kalimantan Utara (Kaltara) dahulu merupakan kawasan Kerajaan Tidung dan Kesultanan Bulungan. Ibukota Provinsi Kaltara akan berkedudukan di Tanjung Selor (Kabupaten Bulungan). Provinsi ini memiliki luas wilayah sekitar 77.382,78 km2, dan jumlah penduduk sebanyak 610.000 jiwa (Sensus Penduduk 2011).
1.  Kota Tarakan. Kota Tarakan merupakan pusat perekonomian dan jasa terbesar di wilayah utara Kalimantan Timur dengan jumlah penduduk terbesar 239.787 jiwa pada tahun 2011 di pulau kecil dengan luas 250,80 km² dan kepadatan hampir mencapai 1.000 jiwa per/km². Tarakan juga merupakan pusat transportasi udara maupun laut di Kalimantan Utara, Bandar Udara Juwata merupakan bandar udara berstatus internasional terbesar di wilayah Kalimantan Utara dengan rata-rata penumpang per/tahun mencapai 1 juta penumpang, dan Pelabuhan Malundung juga merupakan pelabuhan terbesar di Kalimantan Utara yang dikelola oleh PT. Pelindo IV. Kota Tarakan juga memiliki beberapa pelabuhan kecil lainnya seperti Pelabuhan Tengkayu I dan II serta Pelabuhan Ferry Juata Laut.
2. Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan adalah kebupaten induk bagi semua wilayah di Kalimantan Utara sebelum tahun 1997 yang memekarkan Kota Tarakan dan tahun 1999 memekarkan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan serta tahun 2007 pemekaran terakhir yaitu Kabupaten Tana Tidung. Kabupaten kecil dengan luas 18.010,50 km² dan penduduk 135.915 jiwa pada tahun 2011 serta berpusat di Kecamatan Tanjung Selor. Bulungan juga merupakan daerah yang dicanangkan sebagai ibukota calon provinsi Kalimantan Utara.
3.  Kabupaten Malinau. Kabupaten Malinau merupakan kabupaten terluas di Kalimantan utara dengan luas 39.799,90 km² dan berpenduduk 73.647 jiwa. Malinau berpusat di Kecamatan Malinau Kota. Kabupaten ini memiliki 12 kecamatan dan 108 desa, sepertiga lebih wilayah Kabupaten Malinau merupakan bagian dari Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Kabupaten Malinau berada di wilayah pedalaman yang pada umumnya merupakan pemukiman bagi Suku Tidung dan Suku Dayak.
4. Kabupaten Nunukan. Kabupaten Nunukan adalah kabupaten dengan penduduk terbesar kedua setelah Kota Tarakan yaitu 140.842 jiwa pada tahun 2010 dengan luas wilayah 14.493 km² yang berpusat di Pulau Nunukan Timur tepatnya di Kecamatan Nunukan. Kabupaten Nunukan merupakan kabupaten yang berbatasan darat maupun laut dengan negara bagian Malaysia yaitu Sabah dan Sarawak.
5. Kabupaten Tana Tidung. Kabupaten Tana Tidung merupakan kabupaten termuda, terkecil serta berpenduduk paling sedikit di Kalimantan Utara, yang berada di arus Sungai Sesayap dan berpenduduk 22.503 jiwa pada tahun 2011 dengan luas wilayah 4.828,58 km².